Miniatur Dari Lego, Kepingan Yang Menakjubkan

Miniatur Angkor Wat, Kamboja
Si Ayah sudah main lego sejak kecil. Koleksi legonya sejak dua puluh tahun yang lalu masih tersimpan rapi dan kerap kami mainkan lagi bersama koleksi lego precils yang baru. Ketika seumuran dengan Big A sekarang, Si Ayah diajak orang tuanya mengunjungi Legoland di Eropa. Gimana nggak bikin ngiri, coba? :D Makanya The Emak kekeuh mau ngajak Precils ke Legoland Malaysia, lagian dekat banget kan?

Di Legoland Malaysia, mungkin Si Ayah bernostalgia, asyik sekali mengabadikan miniatur lego dengan kamera mirrorless-nya. Sering, kami sudah beranjak ke bangunan berikutnya, Si Ayah masih asyik di belakang. Tapi hasilnya luar biasa. Berikut galeri hasil jepretan Si Ayah, mengabadikan keping-keping lego yang disusun menjadi bentuk yang menakjubkan.  

Yang mana favoritmu? Enjoy!

Miniatur lego di lobi hotel Legoland
I am your father!
Barongsai
Forbidden City, Tiongkok
Taj Mahal, India
Sultan Abdul Samad building, KL
Downtown KL
Downtown KL
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Brunei
Wat Arun temple, Thailand
You know this one :)
Baca juga:
Johor Bahru With Kids: Itinerary & Budget
Ke Legoland Malaysia, Via Changi Atau Senai? 
Review Hotel Legoland
Legoland Themepark & Waterpark, Asyiknya Dobel! 

Read more ...

Legoland Themepark & Waterpark, Asyiknya Dobel!


Kami sebagai keluarga pecinta Lego, langsung sorak-sorak bergembira begitu mendengar kabar Legoland buka di Malaysia. Langsung cepet-cepet masukin ke bucketlist. The Emak dengan sigap mendapatkan tiket pesawat dari Surabaya ke Johor Bahru. Kami tambah senang ketika mendekati hari H, Legoland Water Park juga telah dibuka. Sudah kebayang bakal dobel asyiknya!

Tiket
Tiket ke Legoland memang tidak murah, apalagi untuk pengunjung internasional dari Indonesia. Saya sarankan langsung beli tiket combo: theme park dan water park. Kedua taman yang berdekatan ini bisa dijelajahi dalam satu hari. Kami memesan tiket online di website Legoland agar mendapat diskon 20%. Maksimal dibeli tujuh hari sebelum tanggal kunjungan. Tiket untuk dewasa RM 140 (Rp 500.000), sementara tiket untuk anak-anak (2-11 tahun) RM 112 (Rp 400.000). Warga senior di atas 60 tahun juga mendapat diskon, sama dengan tarif untuk anak-anak. Setelah membeli online dengan kartu kredit, tiket bisa langsung dicetak di rumah dan barcode-nya bisa langsung digunakan masuk ke Legoland, tanpa harus menukar atau antre lagi di loket.

Kalau kita menginap di Hotel Legoland, yang letaknya persis di samping theme park ini, kita bisa mendapatkan tiket combo dua hari dengan hanya membayar tarif untuk satu hari. Lumayan, diskonnya sampai 50% dan bisa main lagi kalau belum puas di hari sebelumnya :)


Setelah menginap di emperan bandara Changi dan melewati dua pintu imigrasi, kami sampai di Hotel Legoland jam 11 siang. Hati semangat melihat warna-warni lego, tapi badan udah terasa remuk. Kami istirahat sebentar di hotel, beres-beres dan mandi-mandi. Bersyukur banget bisa cek in awal (thank you, Legoland Hotel!). Si Ayah bahkan sempat mencuri tidur siang. Jam dua belas, tepat ketika matahari sedang terik-teriknya, kami siap jalan-jalan ke Legoland.

Penting diketahui, Legoland itu panas banget! Saya sudah sering membaca di blog para traveler kalau Legoland itu panas, tapi tetap tidak menduga bisa sepanas ini. Sumpah, panas banget! Pohon-pohon yang ditanam tidak mampu meredam panas atau menjadi peneduh, karena daun mereka sendiri banyak yang gosong. Sunblock is essential. Pakai topi lebar dan payung kalau perlu. Juga bawa banyak air minum.

Ada apa di Legoland? 
Atraksi utamanya adalah Miniland, berupa bangunan-bangunan terkenal di Asia yang disusun dari keping-keping lego. Selain itu, Legoland mempunyai beberapa wahana yang dibagi per area: Lego City, Land of Adventure, Imagination, Lego Kingdoms dan Lego Technic. Tidak ketinggalan, beberapa fasilitas seperti kafe dan restoran, toko lego dan suvenir dan surau.

Kali ini, saya membebaskan The Precils untuk menentukan rute dan wahana apa saja yang ingin mereka coba. Masing-masing saya beri peta, untuk didiskusikan. Ada beberapa wahana yang tidak bisa dicoba Little A karena tingginya kurang. Big A yang memilihkan, sebaiknya kami ke area mana. Dengan begini, kerja saya lebih enteng. Big A dan Little A juga lebih senang karena diberi kepercayaan. Memang kami tidak mencoba semua wahana, tapi yang penting anak-anak senang, kan?





Miniland
Saya dan Si Ayah sudah cukup bahagia melihat bangunan-bangunan keren di Miniland. Paling banyak memang miniatur bangunan di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, Putrajaya, Johor Bahru, KLIA dan port Tanjung Pelepas. Baru kemudian ada satu bangunan atau kawasan dari negara-negara lain, seperti daerah Boat Quay di Singapura, Angkor Wat Cambodia, Hoi An Vietnam, Masjid Brunei dan Wat Arun Thailand. Indonesia diwakili oleh miniatur Pura Tanah Lot.   
Yang belum sempat wisata keliling ASEAN bisa foto-foto narsis di sini. Saya yang belum begitu tertarik mengunjungi KL, tidak menyia-nyiakan kesempatan berfoto di depan Menara Petronas (palsu), hahaha.

Dari luar ASEAN, saya hanya menemukan Kota Terlarang Tiongkok dan Taj Mahal India. Tentu saya cepat-cepat menyeret Si Ayah untuk foto berdua saja di depan Taj Mahal ini. Nggak papa-lah foto di depan miniaturnya dulu, hehe.

Meskipun cuma miniatur, bangunan-bangunan ini dibuat dengan saksama. Saya kagum, karena detilnya begitu terlihat. Mereka juga tidak cuma meniru bangunannya saja, tapi bisa menampilkan suasana yang ada di kawasan itu. Misalnya miniatur sudut kota di Vietnam ditampilkan dengan aktifitas orang memancing. Mereka juga memasang rekaman kebisingan di kawasan itu. Karya-karya miniatur ini patut diacungi jempol. Si Ayah sampai punya stok foto makro yang banyak banget. Gallery-nya bisa dilihat di sini.


Restoran dan Kafe
Meski jalannya tidak jauh, cuaca terik membuat kami cepat lapar dan haus. Jangan khawatir, di tiap kawasan ada restoran atau kafenya dengan berbagai macam pilihan. Karena ini di Malaysia, semua makanannya halal :)
Kami makan di Market Restaurant yang ada di area Lego City. Dari Legoland Hotel, kami mendapat voucher makan sebesar RM 50, alhamdulillah. Harga makanan di resto ini RM 25 untuk dewasa dan RM 15 untuk anak-anak. Pilihannya banyak, kami memesan nasi ayam, fish & chips dan spaghetti. Rasa makanannya sih biasa saja, nggak istimewa. Sebenarnya, bisa saja kita cari makan di luar. Persis di depan Legoland ada Mall of Medini. Di sana ada beberapa restoran termasuk KFC. Tiket Legoland bisa dipakai keluar masuk seharian pada tanggal yang sama. Harganya jatuhnya bisa lebih murah daripada makan di dalam. Untuk makan malam, kami makan nasi ayam di salah satu restorannya dan habis RM 50 berempat. Rasanya lebih enak dan porsinya lebih besar :) Tapi di resto di dalam sini, kita juga dapat hiburan band yang nyanyi live di meja kita. Ketika melihat ada penyanyi yang sedang beraksi di meja lain, Big A ketakutan dan pengen segera menyelesaikan makanannya. Dia nggak pengen dengar orang nyanyi, padahal Emaknya sudah siap-siap request lagu cover "Let It Go", hehehe.

Selain di market restaurant, kita juga bisa makan di resto atau kafe lain di tiap area. Menu dan harganya bisa cek langsung di website Legoland.



Wahana
Tinggi Little A belum mencapai 100 cm, sehingga tidak punya banyak pilihan permainan. Salah satu yang mencuri hatinya adalah wahana Driving School. Little A awalnya masih ragu mengemudikan mobilnya. Tapi begitu mulai mengerti cara kerjanya, dia seneng banget dan mulai ngebut, melewati precil-precil lainnya, hahaha. Para orang tua yang menyemangati dari balik pagar tidak kalah ributnya. Macam balapan Formula 1 saja :D

Selain Driving School, kami juga senang mencoba menjadi pemadam kebakaran. Di wahana ini, empat keluarga akan berlomba menyetir mobil bomba (fire engine) mereka, memadamkan api (pura-pura) dengan air dan mengembalikan mobil ke garasi. Wah, lumayan menguras keringat. Kami cukup puas jadi juara dua. 



Meski tinggi Big A mencukupi untuk mencoba seluruh permainan, dia tidak mau melakukannya. Saya bujuk-bujuk sedikit biar tidak rugi sudah bayar tiket mahal-mahal, tapi sepertinya tidak mempan :p Big A lebih semangat mencarikan wahana untuk adiknya. The Precils dan ayahnya sempat naik pesawat terbang yang menurut saya cuma segitu aja, sama sekali nggak menantang.

Sementara, Little A Si Princess senang bisa mencoba naik poni di Lego Kingdoms, meskipun cuma jalan memutar dan jungkat-jungkit sedikit. Wahana yang lumayan menantang setara roller coaster adalah The Dragon di Lego Kingdoms, Project X di Lego Technic dan Dino Island di Land of Adventure. Sayangnya, yang terakhir ini sedang dalam perbaikan ketika kami ke sana.


Di Lego Academy, kita bisa belajar membuat robot. Setiap sesi workshop gratis ini sekitar 1 jam. Sebenarnya Si Ayah pengen banget ikut ini, tapi waktunya nggak cukup. Sudah sore dan kami belum ke waterpark. Kalau memang pengin ikut workshop ini, sebaiknya cek jadwal dan mendaftar sejak pagi biar dapat tempat dan bisa menyesuaikan waktu untuk main di tempat lain.

Setelah lumayan capek berkeliling, kami istirahat sambil window shopping di toko-toko yang ada di sini: The Big Shop dan The Brick Shop. Setelah itu kami sholat di surau yang cukup bersih dan nyaman. Surau dipisah untuk laki-laki dan perempuan. Setelah lumayan segar, kami melanjutkan petualang di Waterpark.


Waterpark
Waterpark Legoland letaknya persis di sebelah theme park-nya, dengan gate terpisah. Tiket waterpark juga bisa dibeli terpisah, tapi jauh lebih murah kalau beli tiket combo digabung dengan tiket theme park.

Area waterpark tidak begitu besar, namun cukup segar dilihat, dengan desain warna-warna cerah. Begitu melihat air, kami pengen cepet-cepet nyemplung. Kami cepat-cepat ganti baju renang dan menyimpan semua barang di loker. Sewa loker tarifnya RM 20. Saya sudah tidak peduli foto-foto atau update status lagi. Saatnya bersenang-senang!

Ada dua belas wahana di waterpark. Yang paling menyenangkan adalah Build-A-Raft River. Semacam lazy river gitu lah kalau di waterbom. Bedanya, di sini kita bisa membangun rakit dari ban dengan keping-keping lego raksasa yang ikut berenang di sungai. Saya sih pengennya leyeh-leyeh saja, nggak sempat membangun-bangun. Keping-keping dari karet itu saya lempar-lemparkan ke Big A yang membuat dia merengut :D Tidak puas hanya satu putaran, kami mencoba lazy river berkali-kali, dengan ban berbeda-beda. Yang saya senang di sini, ada jaket pelampung kecil yang bisa dipakai Little A. Semua fasilitas di sini sudah termasuk di tiket masuk, tidak perlu membayar apa-apa lagi. Ban pelampung dan life jacket tersedia banyak.

Sayangnya, ketika kami ke sini, wahana Joaker Soaker yang ada ember tumpahnya sedang diperbaiki. Alhasil, Little A hanya bisa bermain di kolam dan seluncuran kecil di Duplo Splash Safari. Bosan dengan seluncuran mini, kami beralih ke kolam ombak. The precils betah banget di sini, sementara saya bosan karena ombaknya kecil banget. Kami iseng-iseng mencoba seluncuran Red Rush, yang bisa dipakai bareng-bareng berempat dengan ban. Sebenarnya batas tinggi minimalnya 102 cm. Untungnya penjaga tetap mengizinkan Little A untuk ikut. Tidak terlalu menantang, tapi lumayanlah. 

Seperti biasa, saya membujuk Big A untuk mencoba seluncuran lain. Tapi karena adiknya belum boleh, Big A juga tidak mau. Ya sudahlah, asal mereka senang aja. Kami teruskan bermain-main air sampai waterpark tutup jam enam sore.


Ruang bilas penuh sesak jam enam sore. Ada saluran mampet yang membuat air meluber ke lantai. Di dalam ruang bilas juga tidak ada keset yang membuat lantainya licin banget. Setelah sukses berganti baju, saya sempatkan menengok kios foto, siapa tahu ada foto keluarga yang cakep pas kami meluncur. Ternyata, saudara-saudara, harga fotonya mahal banget, per paket RM 150 atau lebih dari Rp 500 ribu. Entah saya yang salah lihat atau gimana, tapi kalau harus beli foto seharga Rp 500 ribu, saya masih nggak rela.

Mending uangnya dibelikan Lego, ya kan? Esok harinya sebelum mengejar pesawat di Senai airport, kami sempatkan belanja di bazar Lego di depan gerbang. Lumayan untuk oleh-oleh. Kenangan di waterpark, biar kami ingat di dalam hati saja :)

Kami mendapat pengalaman liburan yang menyenangkan di Legoland. Kami masih mau ke sini lagi kalau sepupu-sepupu Precils udah siap diajak main. Semoga nanti pohon-pohonnya lebih rindang, dan Little A jauh lebih tinggi.

Bye for now.


~ The Emak


Note:
Kurs per April 2014
MYR 1 = IDR 3.570

Baca juga:
Johor Bahru With Kids: Itinerary & Budget
Ke Legoland Malaysia, Via Changi Atau Senai? 
Review Hotel Legoland
Galeri: Foto-foto Miniatur dari Lego
Read more ...

Review Hotel Legoland: Menginap di Kastil Impian


"Aku nggak mau cuma nginep. Aku mau jadiin rumah," kata Little A, mengungkapkan kesan jujur setelah menginap di Hotel Legoland Malaysia.

Kami diundang pihak Legoland untuk menginap semalam di hotel tematik ini. The Precils (dan Emaknya) kegirangan. Memang sudah lama kami bermimpi menginap di sini. Bolak-balik Emak mampir ke wesbite Legoland, sejak rencana hotel dibangun, sampai kemudian diresmikan Januari lalu. Kami bela-belain datang ke Johor Bahru dari Singapura, tidur di emperan bandara Changi, menempuh hampir tiga jam perjalanan darat dan melewati dua imigrasi. Rencana kami semula terbang langsung dari SUB ke JHB gagal gara-gara meletusnya Kelud. Tapi, capek-capek langsung hilang begitu taksi yang kami tumpangi dari JB Sentral melewati tikungan terakhir. Tampak hotel Legoland dengan warna-warna cerah menyambut kami. Kastil megah yang terlihat seperti lego mainan, hanya saja ini beneran. Whoaaaa, sebentar lagi, impian kami jadi kenyataan...

Lobi
Kesan lego-wi mulai tampak dari depan hotel, dan berlanjut sampai lobi. Sabtu pagi itu lobi ramai sekali, penuh dengan anak-anak (dan orang tua berjiwa kanak-kanak) pecinta Lego. Kami harus antre untuk cek in. Tapi nggak masalah, Little A langsung sibuk bermain-main di kolam berisi keping-keping Lego. Bricks...bricks... are everywhere. Mel dari PR Legoland menyambut kami dengan goody bag berisi tiket combo Legoland untuk keluarga, voucher makan, press kit dan merchandise. Senyum The Emak tambah lebar :))

Resepsionis dihias dengan 12.528 Lego mini figures yang berbeda. Tapi Big A berhasil menunjukkan pada saya, ada setidaknya sepasang yang sama persis, dan ada satu spot yang kosong alias hilang. Duh, saya juga gemes pengen nyomot satu (atau beberapa) untuk dibawa pulang :D Di dinding resepsionis ada sepeda yang digantung dan bisa jalan sendiri, yang ternyata rodanya dijadikan kaca pembesar agar kita bisa mengamati mini figure kecil-kecil itu. Cakep ya?

Proses cek in cepat banget karena kami sudah terdaftar. Mereka hanya minta deposit RM 300 dari kartu kredit untuk 'pengeluaran yang tidak terduga' alias kalau tamunya maling sesuatu, hehe. Kami juga boleh early check in, padahal baru jam 11 siang. Cek in resmi jam 4 sore. Kami mendapat kamar bajak laut di lantai satu. Begitu dapat kunci, kami langsung lari ke lift. Let's be pirates!

Antre cek in di Lobi
Resepsionis
12.528 mini fugures. kami nggak hitung sih :)
Pirate Theme Room
Di kamar kami, bajak laut ada di mana-mana. Mulai dari kasur, dinding, lantai sampai kamar mandi. Precils mendapat kasur yang mereka idam-idamkan: bunk bed alias ranjang susun. Sebenarnya masih ada satu extra, trundle bed yang bisa ditarik di bawah bunk bed. Kamar standar ini muat untuk dua dewasa dan sampai tiga anak.

The Emak juga senang dapat kasur king size di ruang terpisah dari Precils ;) Dua ruangan ini dipisahkan oleh pintu geser. Masing-masing ruang punya televisi sendiri, jadi nonton HBO nggak perlu rebutan dengan Nickelodeon. Kamar juga dilengkapi amenities standar: pembuat kopi/teh, brankas, mini fridge, toiletries, dan hair dryer (juga berguna untuk mengeringkan baju renang yang basah).

Yang membuat saya terkesan: mereka menyediakan dua wastafel di kamar mandi, satu dengan ukuran anak-anak. Little A tertawa bahagia. "How do they know my size? From your blog, Mom?" Acara cuci tangan dan sikat gigi nggak pakai huru-hara.


Hurray for bunk bed!
Pintu gesernya bisa ditutup rapat. Ehem.
Perawan di sarang penyamun :p
Aktivitas untuk anak-anak juga disediakan di kamar. Tiap kamar diberi satu peti harta karun. Untuk membukanya, anak-anak (atau ortunya) perlu memecahkan teka-teki yang disediakan. Kalau jawabannya benar, mereka akan mendapatkan nomor kode untuk membuka peti. Big A memecahkan puzzle ini dalam sekejap. Mereka memekik histeris menemukan treasure si raja monyet: Lego friends picnic series, gantungan kunci, pensil, penggaris, kartupos, dan magnet kulkas. Yay!   

Selain isi treasure box sebagai souvenir, anak-anak juga dipinjami satu kotak mainan lego. Yang ada di kamar kami adalah box hijau lego duplo, kurang begitu menantang bagi Little A. Dia lebih sibuk bermain pirate tic-tac-toe.

Sementara Precils sibuk menjelajah kamar bajak laut ini, saya tinggal mandi nyaman di pancuran air panas. Di mana Si Ayah? Seperti biasa, langsung terbang ke alam mimpi begitu ketemu bantal :D


Monkey King treasure box
Big A solved this puzzle in a flash
Kid size wastafel

Brekky Party
Sarapan pagi prasmanan di hotel termasuk acara yang saya tunggu-tunggu. Ya itu tadi: prasmanan alias buffet, boleh ambil sepuasnya, hehe. Tarif menginap di hotel legoland sudah termasuk sarapan untuk sekeluarga. Restoran Bricks yang melayani sarapan buka jam 7 pagi. Tapi, seperti biasa kalau tidur di hotel yang terlalu nyaman, anak-anak pasti bangun kesiangan. Kami baru sampai di resto jam 8.30. 

Suasana restoran ramai sekali, penuh dengan keluarga dari berbagai bangsa. Saya senang dengan dekorasi restoran yang cerah ceria dengan warna-warna primer ini. Karakter Lego ada di mana-mana. Setelah mendapat meja di tempat strategis, saya mulai bergerilya cari makanan. Pilihannya banyak sekali, jadi bingung, dan tentu saja jadi ingin mencoba semuanya :p

Precils yang berlidah bule langsung minta roti. Untungnya rotinya enak, bukan cuma roti tawar putih, melainkan dari wholeweat. Selai dan menteganya juga enak, dari New Zealand. Roti panggang mereka saya lengkapi dengan irisan daging kalkun dan salami. Setelah masing-masing habis satu tangkup, Big A masih pingin hash brown, dan Little A masih doyan lamb shank. Ditambah sepiring buah-buahan dan segelas jus apel dan jeruk, saya memastikan anak-anak sarapan sehat dan kenyang sampai siang.


Berbeda dengan Precils, Si Ayah nggak akan merasa kenyang kalau belum makan nasi. Hotel di Asia, gampang lah cari nasi. Resto ini sedia nasi lemak atau nasi goreng (tanpa kecap manis, duh). Saya lihat di piring Si Ayah, semua lauk ada di sana, haha. Giliran The Emak, saya mengambil satu mangkuk tom yum sebagai sarapan pembuka, haha. "Wow, what a healthy choice," sindir Si Ayah. Sayangnya, kuah tom yum ini kurang YUM, kurang nendang. Saya lalu memutuskan untuk mencicipi SEMUA-nya sedikit-sedikit. Kan mau ditulis di review, ya kan, ya kan?

Ternyata di resto Bricks ini, masakan Malaysianya biasa saja, malah masakan Indianya yang lebih lezat. Nasi lemak, nasi goreng, mie gorengnya biasa saja. Tapi roti chappati, kare daging dan lamb shank-nya mantab. Di teras resto dengan pemandangan Legoland dari atas, ada egg station. Pengunjung boleh memilih telurnya dimasak seperti apa. Kami tidak mencoba karena Little A alergi telur. Tapi saya sempat mencicipi pancake-nya yang yummy dan sedap. Yang juga enak di sini adalah pastry-nya. Mini danish yang baru keluar dari oven harum banget, menggoda minta dicicipi. 



Play, Swim and... Disco!
Menginap di Hotel Legoland bukan cuma perkara menginap saja. Di sini sebenarnya tempat bermain, yang ada kamar-kamarnya :) Selain lobi yang dihiasi oleh kastil dan perahu bajak laut dengan lautan keping-keping lego, ada juga tempat bermain (lego, tentu saja) di depan restoran. Di sini, anak-anak bebas menyusun kepingan lego sesuai imajinasi mereka. Di sebelah tempat main ini dipamerkan gedung-gedung pencakar langit yang lebih tinggi daripada Little A.

Di dekat lobi, ada kios kecil yang menjual souvenir dan barang-barang kebutuhan dasar seperti shampo dan sabun. Kios yang bisa diakses oleh pengunjung umum ini sebagai alternatif kalau lupa membeli oleh-oleh di toko di dalam Legoland. Harganya sih sama... mahalnya :p


Jangan lupa hotel ini juga punya kolam renang! Kolam renangnya ada di lantai lima. Dari sini kita juga bisa melihat pemandangan Legoland dari atas. Kami masih punya waktu 45 menit sebelum cek out jam 11 siang untuk singgah ke kolam ini. Sepi banget! Nggak ada seorang pengunjung pun kecuali dua lifeguard yang nganggur. Mungkin karena sudah bersenang-senang di waterpark, jadi nggak merasa perlu lagi berenang di sini.

Tapi lain dengan Little A. Di mana saja, nggak bisa lihat air nganggur. Dia tetap minta berenang. Saya tergopoh-gopoh mengambilkan dan memakaikan baju renang sebelum akhirnya dia nyemplung. Ada kolam anak-anak yang dalamnya cuma 60 cm, sehingga kami tidak perlu ikut nyemplung. Lagipula, buat apa ada lifeguard?


Jam 11, kami harus cek out dan say goodbye pada hotel keren ini. Tapi, masih ada satu lagi yang bisa dilakukan: disco! Mereka menyulap setiap lift di hotel ini menjadi disco booth. The Emak senang banget naik turun lift. Tapi ternyata, nggak cuma saya kok. Setiap tamu yang ikut masuk lift bersama kami, juga ikut bergoyang mendengarkan lagu-lagu upbeat ABBA. Minimal goyang-goyang kepala lah.

Ini video amatir The Emak tentang disco lift. Sorry, lupa menidurkan kamera, hahaha.

 

Pilih Imajinasimu!
Proses cek out ekspress banget. Kami tinggal menyerahkan kartu kunci kamar. Beres! Di lobi, kami bertemu Faeza. Saya memintanya untuk menemani kami melihat-lihat tipe kamar yang lain. Penasaran banget sama Kingdom Suite. 

Karena kami sudah menginap di Pirate Theme, kami diajak melihat-lihat kamar dengan tema Adventure dan Kingdom. Di kamar Adventure banyak dekorasi dengan tema petualangan Mesir. Untuk keluarga besar, mereka juga punya kamar Pirate Deluxe yang bisa diisi sampai delapan orang. Bedanya dengan Theme Room biasa, kamar deluxe ini punya dua set bunk bed, jadi muat untuk enam orang, plus satu king bed untuk dua orang.  Yang paling mewah adalah kamar Kingdom Suite, bisa muat untuk delapan orang. Selain dua bunk bed seperti di tipe Deluxe, kamar ini dilengkapi dengan dua kamar mandi, salah satunya dengan bak mandi. Kamar suite dilengkapi ruang keluarga dengan TV dan sofa, serta meja makan di sebelahnya. Terletak di lantai tujuh, view dari Kingdom Suite ini keren banget, Legoland bisa terlihat jelas dari jendela kacanya yang gedhe banget. Benar-benar idaman deh nginep di sini, serasa keluarga kerajaan, haha. 

Saya tanyakan ke Faeza, kenapa nggak ada tema Princess? Kan cewek-cewek pengin juga nginep di kastil cantik. Jawabnya: "We're working on it." Moga-moga kami diundang lagi begitu Princess room-nya siap ;)


Adventure Theme Room
Kingdom Suite
Berapa sih tarif semalam nginep di Hotel Legoland? Mungkin itu pertanyaan yang muncul dari tadi, atau yang jadi alasan membaca tulisan ini :) Tarif hotel ini sangat tergantung tanggal, ketersediaan dan tipe kamar. Semua bisa dilihat di website-nya langsung. Biasanya tarif malam Minggu atau hari Libur Nasional yang paling mahal. Malam Sabtu juga sedikit lebih mahal daripada hari kerja. Kalau mau murah sih, hindari hari-hari libur sekolah, terutama Juni-Juli dan akhir pekan. Tapi repot ya, kalau harus bolos sekolah, hehe. 

Contoh tarif bulan Juli 2014
Dari menu online, kita juga bisa membeli paket hotel dengan tiket legoland, harga satu hari bisa dipakai untuk dua hari. Oh, iya, semua tarif sudah termasuk sarapan di Bricks Family Restaurant. Kalau dilihat sekilas sih, lebih mahal daripada hotel biasa. Tarifnya mirip dengan kamar kid suite di Hard Rock Bali. Kalau diukur dari pengalaman yang didapat, nilainya sepadan. Nginep di sini cocoknya dijadikan hadiah spesial untuk anak-anak. Kadang, membelikan pengalaman, berkesannya lebih lama daripada membelikan gadget atau mainan.
 
Kalau memang berencana nginep sini, dan nggak harus di tanggal tertentu, pantengin saja website-nya. Kadang, ada promo dari hotel, seperti flash promo untuk low season kali ini: setiap menginap di Hotel Legoland, anak-anak mendapat gratis tiket combo Legoland. Cuma sampai 14 Maret 2014.

Yang belum sempat nginep, sebenarnya bisa main-main dan foto-foto di lobi. Masuk aja via lift yang ada di depan patung Lego penjaga, dari LG2 ke lantai G. Di lobi juga ada kios yang menjual souvenir, kalau saja ada yang lupa terbeli, tapi udah terlanjur keluar dari Legoland Themepark.

Thank you Legoland Malaysia for inviting us, we had a great time here. Sampai-sampai, kepergian kami dari hotel menuju bandara Senai diiringi tangisan Little A. Dia nggak mau pulang. "I want to stay here," isaknya. "Me too, Darling, me too."


Disclaimer:
This is a sponsored post. Traveling Precils' family were given a free night stay at Legoland Hotel. 
But all opinions expressed by me are 100% authentic and written in my own words.

~ The Emak

Baca Juga:
Johor Bahru With Kids: Itinerary & Budget
Ke Legoland Malaysia, Via Changi Atau Senai?  
Legoland Themepark & Waterpark, Asyiknya Dobel!
Galeri: Foto-foto Miniatur dari Lego
Read more ...