SISTEM BASIS DATA

CONTOH PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN DATABASE


  • System manajemen basisdata
            Sistem manajemen basis data atau DBMS (database management system)adalah perangkat lunak untuk mendefinisikan, menciptakan, mengelola, dan mengendalikan pengaksesan basis data. Fungsi sistem manajemen basis data saat iniyang paling penting adalah menyediakan basis untuk sistem informasi manajemen.
  • TUJUAN 
              Tujuan wawancara ini adalah untuk mengetahui apakah perusahaan PT.Sierad Produce Tbk menggunakan basis data atau tidak.
  • LATAR BELAKANG PERUSAHAAN DENGAN BASIS DATA
        PT.Sierad Produce Tbk  adalah perusahaan yang cukup besar yang bergerak dibidang di sektor bahan makanan dan industri ternak ayam. Perusahaan ini mempunyai beberapa pabrik cabang di berbagai daerah, karena banyak nya pabrik perusahaan ini membutuhkan basis data untuk informasi dengan cepat. Karena perusahaan ini tergantung pada kurs dollar, jadi setiap terjadi perubahaan harga dollar perusahaan ini bisa dengan cepat mengirimkan informasi ke pabrik cabang diberbagai daerah. Jenis Database yang digunakan adalah Microsoft Axapta yang dibuat oleh PT. Mitra Integrasi Informatika (MII)-anak perusahaan METRODATA. Karena dengan menggunakan microsoft axapta perusahan ini dapat mengirimkan informasi dengan cepat dan akurat sehingga membantu untuk mengambil keputusan.

ini adalah contoh aplikasi yang digunakan PT.Sierad Produce Tbk :



Read more ...

PRODUK DOMESRTIK REGIONAL BRUTO TAHUN 2011 KABUPATEN SERAGEN

Nama kelompok : DEDE ANGGRIAWAN (11110736)
                            MARIYANTO (14110226)
                            MAULANA SYARIF HIDAYATULL (14110275)

Kelas : 2KA11



PRODUK DOMESRTIK REGIONAL BRUTO
TAHUN 2011
KABUPATEN SERAGEN



Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional Jawa Tengah, PDRB Kabupaten Sragen menurut harga konstan secara agregat terjadi perubahan dari tahun 2009 sebesar Rp. 2.893.427, 19 (juta) naik menjadi  Rp. 3.069.751,14 (juta) di tahun  2010 sehingga mengalami laju pertumbuhan sebesar 6,09 % (tabel : 4.1 dan grafik 4.1 – 4.2), laju pertumbuhan tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2009 yang tercatat sebesar  6,01% dan juga lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan Provinsi Jawa Tengah yang mencapai angka  5,84 %.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran yang tumbuh sebesar 7,93 % disusul sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang tumbuh sebesar  7,65 %,  kemudian sektor Industri Pengolahan yang tumbuh sebesar 7,00 %. Sedangkan kenaikan terkecil dialami oleh sektor Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh hanya sebesar 3,24 % yang mengindikasikan sektor tersebut akan semakin berkurang peranannya dalammendorong pergerakan ekonomi di Kabupaten Sragen.
Sedangkan laju pertumbuhan perekonomian atau besaran PDRB menurut harga berlaku di Kabupaten Sragen pada tahun 2010 secara agregat adalah mencapai sebesar  Rp 6.695.256,97 juta yang memperlihatkan  adanya peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar  Rp. 5.871.144,81 juta,  sehingga  terjadi kenaikan sebesar 14,04 % atau secara agregat naik sebesar Rp. 824.112,16 juta. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi menurut harga berlaku tahun 2010 juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi menurut harga berlaku tahun 2009 yang tercatat sebesar 13,54 %. Kenaikan tersebut disamping disebabkan oleh tumbuhnya produktifitas sektor-sektor ekonomi, juga didorong oleh kenaikanharga barang dan jasa yang terjadi pada tahun 2010, hal ini bisa terlihat dari besaran inflasi PDRB yang tercatat sebesar 7,49 % (tabel 5.12).

PADA TAHUN 2007
Kondisi perekonomian nasional yang secara umum menunjukkan arah positif, ternyata juga berimbas positif singkat regional Kabupaten Sragen. Pada tahun 2007 mengalami pertumbuhan sebesar 5,73%, relatif lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 5,18%. Kinerja perbaikan ekonomi nasional ini telah membawa dampak pada kondisi yang lebih baik terhadap perekonomian regional atau PDRB jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi regional Kabupaten Sragen dapat diketahui pada nilai yang tercermin dari besaran PDRB dari tahun ke tahun baik menurut harga berlaku maupun menurut harga konstan. Pada tahun 2007besaran PDRB menurut harga berlaku di Kabupaten Sragen secara agregat adalah sebesar Rp 4.512.415.740.000,- yang menunjukkan adanya peningkatan juka dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai sebesar Rp 4.042.561.370.000,- sehingga terjadi kenaikan 11,62%.
Pertumbuhan tertinggi atas dasar harga berlaku tahun 2007 terjadi pada sektor jasa-jasa sebesar 14,72%, urutan kedia pada sektor perdagangan sebesar 12,39%, sedangkan urutan ketiga pada sektor bangunan atau konstruksi sebesar 12,31%. Untuk pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 9,78%.
Pertumbuhan tertinggi atas dasar harga konstan tahun 2007, terjadi pada sektor jasa-jasa sebesar 7,76%, urutan kedua pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 7,59%, disusul oleh sektor keuangan, persewaan dan jasa peruasahaan mencapai sebesar 6,79%, sektor yang mengalami pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor pertanian, yaitu sebesar 3,94%.


Tabel produk domestik regional bruto Kabupaten Sragen tahun 2000 – 2007
Tahun
PDRB atas dasar harga berlaku
PDRB atas dasar harga konstan
Nilai (Juta Rp)
Pertumbuhan (%)
Nilai (Juta Rp)
Pertumbuhan(%)
2000
1.907.231,61
-
1.907.231,61
-
2001
2.140.956,11
12,25
1.963.635,72
2,96
2002
2.396.061,90
11,92
2.030.754,79
3,42
2003
2.699.973,28
12,68
2.104.533,13
3,63
2004
3.059.653,15
13,32
2.208.294,40
4,93
2005
3.497.324,94
14,30
2.322.239,43
5,16
2006
4.042.561,37
15,59
2.442.570,43
5,18
2007
4.512.415,74
11,62
2582.492,48
5,73



Dalam periode waktu lima tahun terakhir, sektor pertanian, industri, dan perdagangan masih merupakan andalan terbesar bagi Kabupaten Sragen. Sumbangan terbesar untuk PDRB atas dasar harga berlaku adalah dari sektor pertanian sebesar 35,59% kemudian sektor industri 18,20% dan sektor perdagangan memberikan andil sebesar 17,53% . sedangkan sumbangan terkecil adalah dari pertambangan dan penggalian yakni sebesar 0,30%. Dari distribusi antar sektor terlihat bahwa selama lima tahun terakhir memperlihatkan adanya fluktuasi angka distribusi dari waktu ke waktu terhadap total PDRB. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar dalam andil PDRB 2007 adalah sektor jasa-jasa yang pada tahun 2006 memberikan andil 13,44% mengalami kenaikan menjadi 13,80%, sektor perdagangan naik dari 17,41% di tahun 2006 menjadi 17,53% pada tahun 2007.



Tabel distribusi PDRB Kabupaten Sragen tahun 2007
No
Sektor
Distribusi PDRB (%)
Harga Berlaku
Harga Konstan
1
Pertanian
35,59
34,74
2
Pertambangan dan Penggalian
0,30
0,30
3
Industri Pengolahan
18,20
22,03
4
Listrik, Gas, dan Air Bersih
1,86
1,19
5
Bangunan/Konstruksi
4,65
4,45
6
Perdagangan
17,53
18,18
7
Pengangkutan dan Komunikasi
4,04
3,23
8
Keuangan, Persewaan, dan jasa Persh
4,03
3,97
9
Jasa-jasa
13,80
11,86



Tabel Distribusi Prosentase Sektor Dominan PDRB Kabupaten Sragen Tahun 2006 – 2007
No
Sektor Usaha
Harga Berlaku
Perubahan (%)
Harga Konstan
Perubahan (%)
2006
2007
2006
2007
1
Pertanian
35,82
35,59
- 0,64
35,34
34,74
- 1,70
2
Industri
18,38
18,20
- 0,98
21,80
22,03
1,06
3
Perdagangan
17,41
17,53
0,69
18,12
18,18
0,33
4
Jasa-jasa
13,44
13,80
2,68
11,64
11,86
1,89
Jumlah
85,05
85,12
0,08
86,90
86,81
- 0,10


Kecamatan Plupuh
Sumbangan PDRB ADHB Kecamatan Plupuh tahun 2007 terhadap PDRB Kabupaten Sragen mencapai sebesar 5,83% ADHB. Dengan pertumbuhan sektorl tertinggi adalah sektor jasa-jasa yang mencapai sebesar 14,26% dan terrendah adalah sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 11,13% atau meningkat sebesar Rp 26.353,91 juta, yaitu dari Rp 236.85,19 juta di tahun 2006 menjadi Rp 263.209,10 juta di tahun 2007. Sumbangan terbesar terhadap total PDRB pada tahun 2007 adalah sektor pertanian, yait sebesar 35,19%, sektor industri 27,42%, dan sektor perdagangan sebesar 18,42%. Sedangkan terkecil adalah sumbangan dari sektor pertambangan-penggalian, yaitu sebesar 0,37%.
Kecamatan Masaran
Kecamatan Masaran sebagai salah satu wilayah yang berlokasi di sebelah selatan Bengawan memiliki sumberdaya alam yang cukup memadai, khususnya di bidang pertanian serta akses yang mudah ke wilayah Surakarta sehingga perkembangan industri tumbuh cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut tentu saja Kecamatan masaran memiliki peran yang cukup penting dalam memberikan sumbangan terhadap perkembangan perekonomian di Kabupaten Sragen.
Dari hasil penghitungan sementara diperoleh PDRB ADHB Kecamatan Masaran secara agregat tahun 2007 adalah sebesar Rp 495.053,21 juta lebih besar Rp 50.910,41 juta atau naik 11,46% apabila dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai Rp 444.142,80 juta, dan memberikan share terhadap PDRB kabupaten Sragen sebesar 10,97%. Kenaikan sebesar 10,97% tersebut didukung oleh kenaikan di sema sektor, dengan pertumbuhan sektoral tertinggi adalah sektor jasa-jasa yang mencapai 14,65% dan terrendah adala sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 9,86%. Sumbangan terbesar teradap total PDRB adalah sektor industri sebesar 34,65%, sektor pertanian sebesar 28,03%, dan sektor perdagangan sebesar 20,35%, sedangkan terkecil adalah sumbangan dai sektor pertambangan-penggalian yang mencapai sebesar 0,03%
Apabila PDRB dinilai dengan harga konstan, maka tahun 2007 PDRB Kecamatan Masaran mencapai Rp 297.722,71 juta yang tahun 2006 adala sebesar Rp 280.710,58 juta yang berarti mengalami kenaikan sebesar 6,06% dan memberikan kontribusi terhadap PDRB sebesar 11,53%. Pertumbuhan sektoral tertinggi adalah sektor pertambangan-penggalian sebesar 9,10% dan terrendah adalah sektor pertanian yang menunjukkan adanya kenaikan sebesar 3,57%. Struktur PDRB ADHK Masaran memperlihatkan adanya tiga sektor utama yang dominan, yaitu sektor industri sebesar 39,98%, sektor pertanian sebesar 25,80% dan sektor perdagangan sebesar 20,36%. Untuk mengetahui tingkat kemkmuran masyarakat secara umum dapat diketahui melalui besaran PDRB perkapita, dari hasil pengolahan yang diperoleh di Kecamatan Masaran mencapai Rp 7.639.238,51,- ADHB dan Rp 4.594.202,67,- ADHK.
Sektor Industri Pengolahan
Perkembangan industri pengolahan di Kabupaten Sragen sejak krisis ekonomi dari tahun ke tahun menampakkan kenaikan baik dari jumlah industrinya maupun outputnya.
Industri:
Adalah suatu unit produksi yang melakukan kegiatan mengubah barang dasar (bahan baku/bahan mentah) menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi dan atau dari barang yang kurang bernilai menjadi barang yang bernilai tinggi.
Nilai tambah bruto (NTB) sektor industri pengolahan pada tahun 2007 mempunyai kontribusi terhadap PDRB cukup besar yaitu 18,20% ADHB dan 22,03% ADHK. Apabila dibandingkan pada tahun 2006, kontribusinya terhadap PDRB mengalami penurunan menurut harga berlaku sedangkan menurut harga konstan mengalami sedikit kenaikan. Pada tahun 2006 kontribusi sektor ini sebesar 18,38%ADHB dan 21,8 ADHK.
Keberadaan industri pengolahan di Kabupaten Srgaen tidak merata dimana industri besar/sedang khususnya tekstil berada di Kecamatan Sidoharjo, Masaran dua unit dan di Sambungmacam dan gondang terdapat satu unit. Sedangkan untuk industri kecil/rumah tangga lebih banyak terdapat di Kecamatan Kalijambe, Plupuh, Masarn, Karangmalang, Tanon, Gemolong, Sukodono dan Gesi.
Pertumbuhan sektor industri i tahun 2007 sedikit mengalami perlambatan jika dibandingkan tahun – tahun sebelumnya baik menurut harga berlaku maupun harga konstan. Tahun 2007 pertumbuhan mencpai 10,39% ADHB dan 6,38% ADHK. Kontribusi terbesar sektor industri diberikan oleh sub sektor industri tekstil sebesar 10,01% ADHB dan 13,06% ADHK, sub sektor industri makanan sebesar 6,15% ADHB dan 6,71% ADHK, dan sub sektor kimia sbesar 0,01% ADHB dan0,01%ADHK.


PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN SRAGEN
MENURUT HARGA BERLAKU TAHUN 2004 – 2007
No
Industri pengolahan
Tahun
2004
2005
2006
2007
1
makanan
83773,02
215932,41
215516,83
277619,43
2
tekstil
327147,5
358940,47
407897,11
451299,37
3
kayu
43186,02
51133,7
58104,2
63571,2
4
kimia
267,13
308,51
348,51
380,79
5
kertas
0
0
0
0
6
bahan galian
8169,32
9191,23
10504,71
11394,79
7
logam dasar
0
0
0
0
8
mesin
0
0
0
0
9
lainnya
10535,19
12186,73
14391,32
15651,88


Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sragen
Menurut Harga Berlaku Tahun 2004 – 2007



Read more ...